Mas Kawin TKI Taiwan Ini Mobil Xpander dan Honda Vario

INFO TKI — Impian seorang TKI adalah bisa membahagiakan keluarga dan orang terdekatnya. Namun, begitu tetap harus hemat dan pintar mengatur keuangan.

Seperti TKI yang bekerja di Taiwan sejak 2007 ini menginvestasikan dananya untuk beli tanah dan sawah di desa.

Lalu menikah dengan seserahan yang bikin orang kagum yaitu mobil dan motor. Wow!

Maka bagi yang ingin merantau dan bekerja di luar negeri butuh ketekunan, keahlian khusus dan tertib administrasi supaya mudah mencapai sukses.

TKI yang pandai menabung dan investasi tanah akan petik hasilnya saat dia pulang kampung.

Sebut saja Agus Setiawan (37) seorang TKI asal Pati yang sudah 10 tahun bekerja di Taiwan. Dia kemudian menikah dengan Sri Irawati (33) sesama TKI di Taiwan namun beda perusahaan.

Kamis 13 Juni kemarin, Agus melangsungkan resepsi pernikahan di Demak. Pesta itu berlangsung di RT 5, RW 1, Dusun Tompe, Desa Karangrejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Kamis (13/6).

Pernikahan dua TKI ini ada hal berbeda dibanding pernikahan di desa mereka, terutama soal maskawin dan seserahannya.

Mempelai lelaki memberikan seserahan kepada sang mempelai wanita berupa mobil Mitsubishi Xpander Sport seharga Rp 256 juta dan motor Vario 150 cc seharga Rp 23,6 juta.

Seserahan tersebut diberikan Agus kepada Sri Irawati sebagai bentuk syukur setelah pulang bekerja menjadi TKI di Taiwan.

Sementara untuk mas kawin, Agus memberikan perhiasan emas dan seperangkat alat shalat. Dalam waktu singkat pernikahan dua TKI ini pun segera viral di media sosial.

Tamu undangan dan tetangga kaget lihat mobil dan motor dihias pakai kembang. Kendaraan itu baru semua.

Netizen menilai seserahan itu tergolong mewah. Tribun Jateng menemui mempelai pria Agus Setiawan di Dusun Tompe, Desa Karangrejo, Kabupaten Demak.

“Saya bekerja sebagai TKI di Taiwan selama 10 tahun dengan gaji perbulan Rp 15–16 juta.

Saya bertemu dan berjodoh dengan Sri Irawati di Taiwan karena dia juga menjadi TKI di sana,” kata Agus.

Setiap setahun sekali, dirinya cuti untuk pulang ke rumah. Selama kerja di Taiwan, Agus investasikan gajinya untuk membeli tanah dan sawah di desa.

Kemudian saat akan menikah, sebagian tanah itu dijual untuk keperluan mereka.

“Orang tua membebaskan saya, bentuk pemberian seserahan kepada istri. Seserahan mobil dan motor adalah bentuk syukuran setelah pulang dari Taiwan, bukan untuk pamer.

Niatnya baik untuk menghargai istri karena setiap orang mempunyai cara sendiri untuk membahagiakan istri,” jelasnya.

Dia membeli mobil dan motor tersebut secara cash atau tunai. Bukan kredit.

Menurutnya, seserahan mobil kepada istrinya bukan sesuatu yang mewah karena setiap daerah memiliki penilaian sendiri.

“Di suatu daerah, seserahan dengan mobil merupakan sesuatu yang biasa. Mungkin di sini baru pertama kali seserahan menggunakan mobil,” imbuhnya.

Orang tuanya merasa senang jika dia bisa sukses dan bahagia bersama istri. Setelah nikah, dia dan istri berharap bisa cepat mendapatkan momongan.

Mereka pun akan kembali bekerja di Taiwan. Agus yang hanya lulusan SMP kerja di Taiwan sejak 2007.

Mertuanya, Kamsidi (63) mengaku senang dan bangga dengan adanya pemberian seserahan dari mempelai lelakinya.

Seserahan itu sebagai bentuk syukuran karena di sini belum pernah ada seserahan seperti ini.

“Semoga cepat mendapat momongan dan semoga bahagia selamanya,” ujar Kamsidi, yang sehari–hari bekerja sebagai petani.

Selamat mas Agus! Semoga Samawa!

Sumber : Tribun Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*