Ribuan Peserta Ikuti Tes Jadi Pekerja Migran di Korea

INFO TKI – Sebanyak 1.944 peserta mengikuti ujian tahap ke dua untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada tanggal 24-27 Mei 2019.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat animo calon tenaga kerja untuk menjadi pekerja migran di Korea Selatan melalui skema kerja sama goverment to goverment cukup tinggi.

Direktur Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono, di sela uji keterampilan dan kompetensi calon pekerja migran sektor manufaktur tujuan Korea Selatan di Gedung Serbaguna Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Jumat (24/05/2019), mengatakan, selama 2019 ini tercatat 24.952 pelamar yang mendaftar melalui sistem daring.

“Kebutuhan tenaga kerja asal Indonesia untuk tujuan Korea Selatan hanya pada sektor manufaktur dan penempatan sektor perikanan,” tambahnya.

Sementara itu, kuota yang disiapkan bagi Indonesia oleh Pemerintah Korea Selatan di tahun 2019, Indonesia mendapat kenaikan kuota sebanyak 8.800 orang (25,71%).

Adapun sektor manufaktur sebanyak 4.900 orang dan sektor perikanan sebanyak 3.900 orang.

Menurut dia, di tahun 2018, kuota penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan sebanyak 7.000 orang.

Adapun untuk sektor manufaktur 4.300 orang dan sektor perikanan 2.700 orang.

Lanjutnya, penempatan pekerja migran dengan skema G to G dengan Korea Selatan sudah berjalan sejak 2004.

Indonesia sendiri, lanjut dia, sudah menempatkan 78.804 tenaga kerja hingga saat ini.

Ia menyebutkan, pendaftaran untuk menjadi calon pekerja migran dengan tujuan Korea Selatan ini tidak dipungut biaya.

Calon pekerja sendiri, kata dia, harus mengeluarkan biaya untuk keperluannya jika sudah dinyatakan lolos dan siap ditempatkan di Korea.

Ia mengatakan, biaya yang harus dipersiapkan para calon pegawai ini antara lain untuk kebutuhan pembuatan paspor, akomodasi menuju Korea, hingga cek kesehatan.

“Termasuk untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Korea tentu calon pegawai harus mengeluarkan biaya untuk kursus atau pelatihan.

Kemampuan berbahasa Korea ini merupakan rangkaian dari penjaringan awal,” tuturnya

Ia menambahkan, tawaran gaji yang mencapai Rp. 21,6 juta per bulan menjadi satu pemicu tingginya minat calon pegawai migran bekerja di Korea Selatan.

Sumber : Tribun Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*