Jateng Terbanyak Kedua Setelah Jabar dalam Pengiriman TKI

Info TKI – Info  atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak setelah Jawa Barat.

Demikian laporan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tahun 2017 lalu.
Data BNP2TKI tahun 2017, PMI asal Jateng sebanyak 29.394 orang.

Wakil Komite III DPD RI, Novita Anakotta saat melakukan kunjungan kerja di Pemprov Jateng, Senin (17/9/2018), mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, daerah di Jateng yang tertinggi berasal dari Kabupaten Cilacap, disusul Kendal dan Brebes.

Novita Anakotta yang datang bersama 11 anggota Komite III DPD RI itu menyebutkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2018, menunjukkan ada 7,64 persen dari 127.07 juta warga masuk kategori setengah menganggur dan 23,83 persen bekerja paruh waktu.

Kondisi itulah yang memaksa masyarakat bekerja di luar negeri sebagai pilihan dalam rangka memperbaiki taraf hidup.

Hasil pengawasan Komite III DPD RI terkait perlindungan TKI terdapat sejumlah temuan, terutama masalah yang dihadapi atau dialami PMI pada umumnya berawal dari daerah.

Antara lain dari proses perekrutan yang tidak sesuai dengan aturan, adanya pemalsuan identitas, kompetensi PMI yang rendah, serta persoalan lain yang menjadi salah satu pertimbangan hingga hadirnya UU No 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

“Perlu pengelolaan yang serius dalam manajemen penanganan PMI. Kami harapkan Jawa Tengah dapat mengidentifikasi permasalahan yang dialami di daerah terkait dengan PMI, termasuk bagaimana peran pemerintah daerah dalam perlindungan,” pintanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan, di Jateng terdapat 14 kabupaten yang mempunyai 29 desa migran produktif. Namun demikian tahun ini mengalami penurunan angka PMI sebesar 14.529 orang atau sekitar 26, 30 persen.

Data Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) BNP2TKI tahun 2017, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia 55.224 orang dengan rincian, sektor informal tercatat 35.398 orang dan sektor formal sebanyak 19.826 orang.

Sedangkan jumlah penempatan pekerja migran asal Jawa Tengah hingga 8 September 2018 sebanyak 40.700 orang, terdiri atas pekerja sektor informal 23.687 orang dan formal 17.013 orang.

Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang menuturkan, terkait proses penempatan PMI ilegal, di Jawa Tengah sudah ada seorang kepala desa di Desa Kahuripan, Wonosobo bernama Wahyudi. Kades tersebut sangat peduli terhadap warganya yang akan bekerja di luar negeri.

Wika menjelaskan, bagi warga yang akan berangkat harus sepengetahuan kades, calon PMI tidak diizinkan mengurus dokumen melalui calo, bahkan kades yang mengawal calon PMI mengurus dokumen. Terlebih Wonosobo menjadi salah satu dari sembilan kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi sentra calon PMI.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*